Thursday, March 4, 2010

Anaphylactic Shock... It could be happen to anyone..


Saya teringat waktu masa sekolah dulu, salah satu guru saya pernah bilang bahwa salah satu hal yang paling ditakuti dokter dalam prakteknya adalah syok anafilaktik. Kasus ini emang jarang terjadi tapi ini bisa terjadi pada siapa aja dan kapan saja. Syok anafilaktik merupakan salah satu kasus emergensi yang diakibatkan reaksi hipersensitivitas antara antigen dan antibodi tubuh. Antigen yang bersangkutan terikat pada antibodi dipermukaan sel mast sehingga terjadi degranulasi, pengeluaran histamin dan zat vasoaktif lain. Keadaan ini menyebabkan peningkatan permeabilitas dan dilatasi kapiler menyeluruh. Terjadi hipovolemia relatif karena vasodilatasi yang mengakibatkan syok, sedangkan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan udem. Pada syok anafilaktik, bisa terjadi bronkospasme yang menurunkan ventilasi. Syok anafilaktik sering disebabkan oleh obat, terutama yang diberikan intravena seperti antibiotik atau media kontras. Sengatan serangga seperti lebah juga dapat menyebabkan syok pada orang yang rentan.

Selama 3 tahun bekerja sebagai dokter, baru kali ini saya mendapatkan kasus tersebut ketika saya jaga malam di Puskesmas Tanjung Balai. Kala itu datang seorang nenek umur 70 tahun dengan keluhan diare, mual, muntah, demam dan tidak mau makan sudah satu minggu, pasien ini berasal dari salah satu Pulau seberang dan sebelumnya juga pernah berobat disana tapi belum ada perubahan. Setelah saya periksa nenek ini pun kondisinya sudah lemah karena dalam beberapa hari ini sudah sulit makan dan minum. Saya menganjurkan untuk dirawat inap mengingat status dehidrasinya juga agak kurang baik. Setelah keluarga setuju untuk dirawat maka barulah saya memberikan terapi. Saya memberikan terapi cairan untuk mengatasi status dehidrasinya, kemudian saya memberikan beberapa obat injeksi antara lain Novalgin injeksi untuk demam, Ranitidin injeksi untuk lambungnya dan Metocloperamid injeksi 1/2 ampul untuk mengobati mual dan muntahnya. Kemudian saya juga memberikan antibiotik Ceftriaxone inj 2x500mg, sebelum pemberian saya melakukan prosedur skin test seperti biasa takut-takut ada alergi. Dari awal saya sudah menanyakan apakah pasien ada alergi obat dan mereka bilang tidak ada karena selama ini jarang berobat juga. Akan tetapi kejadian yang tidak diinginkan terjadi, setelah pemberian Novalgin, Ranitidin, Metocloperamid (Waktu itu Ceftriaxone masih dilakukan skin test), nenek ini mengeluh gatal di bokongnya dan waktu itu nenek ini memang memakai diapers karena mencret. Saya pikir gara2 diapers ini gatal2 dan menyarankan mengganti diapers, akan tetapi tiba-tiba nenek ini mendadak dingin di tangan dan kaki, mengeluh sesak, dan keluar keringat dingin. Melihat situasi ini saya langsung memasang oksigen dan saya periksa ABC, pada pemeriksaan didapatkan ada spasme pada saluran dan nadi melemah dan hingga tidak teraba. Saya pun langsung teringat bahwa jangan-jangan ini anafilaktik syok karena saya baru saja memasukan beberapa obat secara intra vena( saya belum tahu pasti obat mana yang mengakibatkan anafilaktik syok tapi kemungkinan besar saya menduga Novalgin yang mengakibatkan ini karena biasanya obat analgetik dan antipiretik yang sering menyebabkan anafilaktik). Untungnya saya ingat terapi untuk anafilatik ini karena bulan lalu saya pernah membaca artikel anafilaktik ini dan saya catat di handphone saya tentang penanganannya. Segera setelah itu saya langsung berikan Epineprine 0,3 cc 1:1000 secara Subkutan, dexamethasone 2 cc IV, dan Diphenhidramine 1 cc IM (karena kebetulan hanya obat ini saja yang ada di Puskesmas saya) sambil saya memantau ABC nenek ini. Waktu itu banyak sekali keluarga pasien disitu dan panik melihat kondisi ini, dalam situasi seperti ini saya berusaha tenang walaupun keringat dingin saya bercucuran sebesar jagung :) . Setelah saya pantau terus keadaannya nenek ini mulai agak stabil dan sesaknya mulai berkurang. Demi keselamatan pasien saya pun menyarankan membawa pasien ini ke Rumah Sakit Umum. Saya menjelaskan pada keluarga pasien bahwa ini adalah akibat reaksi alergi obat dan bisa terjadi pada siapa saja kalau tidak cocok dan untungnya keluarga mengerti, karena saya pun takut ini disebut malpraktek. Setelah sampai di Rumah Sakit Umum saya langsung laporkan ke dokter jaga tentang kejadian ini dan kemudian di konsulkan ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk perawatan selanjutnya. Ketika ruangan emergensi tekanan darah nenek ini sudah bisa diukur yaitu 70/50 mmHg.

Sungguh pengalaman yang mendebarkan dan tidak akan saya lupa. Untung saja saya ingat penanganan pertama dan juga tersedia obat-obatannya di ruang emergensi. Mungkin sekedar berbagi saran, kejadian ini bisa terjadi pada dokter mana saja dan kapan saja, jadi bila akan melakukan pemberian obat-obat suntikan sediakanlah adrenalin agar bisa menangani kasus ini. Semoga cerita ini bermanfaat dan jangan sampai ini terjadi pada anda.

Salam

NB : Berikut ini akan saya sampaikan cara-cara singkat penanganan anafilaktik syok.

Penanggulangan syok anafilaktik memerlukan tindakan cepat sebab penderita berada pada keadaan gawat. Sebenarnya, pengobatan syok anafilaktik tidaklah sulit, asal tersedia obat-obat emerjensi dan alat bantu resusitasi gawat darurat serta dilakukan secepat mungkin. Hal ini diperlukan karena kita berpacu dengan waktu yang singkat agar tidak terjadi kematian atau cacat organ tubuh menetap. Kalau terjadi komplikasi syok anafilaktik setelah kemasukan obat atau zat kimia, baik peroral maupun parenteral, maka tindakan yang perlu dilakukan, adalah:
  1. Segera baringkan penderita pada alas yang keras. Kaki diangkat lebih tinggi dari kepala untuk meningkatkan aliran darah balik vena, dalam usaha memperbaiki curah jantung dan menaikkan tekanan darah.
  2. Segera berikan adrenalin 0,3 – 0,5 mg larutan 1 : 1000 untuk penderita dewasa atau 0,01 μg/kgBB untuk penderita anak-anak, i.m. Pemberian ini dapat diulang tiap 15 menit sampai keadaan membaik. Beberapa penulis menganjurkan pemberian infus kontinyu adrenalin 2 – 4 μg/menit.
  3. Dalam hal terjadi spasme bronkus di mana pemberian adrenalin kurang memberi respons, dapat ditambahkan aminofilin 5 – 6 mg/kgBB i.v dosis awal yang diteruskan 0,4 – 0,9 mg/kgBB/menit dalam cairan infus.
  4. Dapat diberikan kortikosteroid, misalnya hidrokortison 100 mg atau deksametason 5 – 10 mg intravena sebagai terapi penunjang untuk mengatasi efek lanjut dari syok anafilaktik atau syok yang membandel.
  5. Penilaian A, B, C dari tahapan resusitasi jantung paru, yaitu:
    1. Airway ‘penilaian jalan napas’. Jalan napas harus dijaga tetap bebas, tidak ada sumbatan sama sekali. Untuk penderita yang tidak sadar, posisi kepala dan leher diatur agar lidah tidak jatuh ke belakang menutupi jalan napas, yaitu dengan melakukan ekstensi kepala, tarik mandibula ke depan, dan buka mulut.
    2. Breathing support, segera memberikan bantuan napas buatan bila tidak ada tanda-tanda bernapas, baik melalui mulut ke mulut atau mulut ke hidung. Pada syok anafilaktik yang disertai udem laring, dapat mengakibatkan terjadinya obstruksi jalan napas total atau parsial. Penderita yang mengalami sumbatan jalan napas parsial, selain ditolong dengan obat-obatan, juga harus diberikan bantuan napas dan oksigen. Penderita dengan sumbatan jalan napas total, harus segera ditolong dengan lebih aktif, melalui intubasi endotrakea, krikotirotomi, atau trakeotomi.
    3. Circulation support, yaitu bila tidak teraba nadi pada arteri besar (a. karotis, atau a. femoralis), segera lakukan kompresi jantung luar.

Penilaian A, B, C ini merupakan penilaian terhadap kebutuhan bantuan hidup dasar yang penatalaksanaannya sesuai dengan protokol resusitasi jantung paru.

6. Bila tekanan darah tetap rendah, diperlukan pemasangan jalur i.v untuk koreksi hipovolemia akibat kehilangan cairan ke ruang ekstravaskular sebagai tujuan utama dalam mengatasi syok anafilaktik. Pemberian cairan akan meningkatkan tekanan darah dan curah jantung serta mengatasi asidosis laktat. Pemilihan jenis cairan antara larutan kristaloid dan koloid tetap merupakan perdebatan didasarkan atas keuntungan dan kerugian mengingat terjadinya peningkatan permeabilitas atau kebocoran kapiler. Pada dasarnya, bila memberikan larutan

kristaloid, maka diperlukan jumlah 3–4 kali dari perkiraan kekurangan volume plasma. Biasanya, pada syok anafilaktik berat diperkirakan terdapat kehilangan cairan 20 – 40% dari volume plasma. Sedangkan bila diberikan larutan koloid, dapat diberikan dengan jumlah yang sama dengan perkiraan kehilangan volume plasma. Tetapi, perlu dipikirkan juga bahwa larutan koloid plasma protein atau dextran juga bisa melepaskan histamin.

7. Dalam keadaan gawat, sangat tidak bijaksana bila penderita syok anafilaktik dikirim ke rumah sakit, karena dapat meninggal dalam perjalanan. Kalau terpaksa dilakukan, maka penanganan penderita di tempat kejadian sudah harus semaksimal mungkin sesuai dengan fasilitas yang tersedia dan transportasi penderita harus dikawal oleh dokter. Posisi waktu dibawa harus tetap dalam posisi telentang dengan kaki lebih tinggi dari jantung.

8. Kalau syok sudah teratasi, penderita jangan cepat-cepat dipulangkan, tetapi harus diawasi / diobservasi dulu selama kurang lebih 4 jam. Sedangkan penderita yang telah mendapat terapi adrenalin lebih dari 2 – 3 kali suntikan, harus dirawat di rumah sakit semalam untuk observasi.

Pencegahan:

Pencegahan syok anafilaktik merupakan langkah terpenting dalam setiap pemberian obat, tetapi ternyata tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, antara lain:

  1. Pemberian obat harus benar-benar atas indikasi yang kuat dan tepat.
  2. Individu yang mempunyai riwayat penyakit asma dan orang yang mempunyai riwayat alergi terhadap banyak obat, mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kemungkinan terjadinya syok anafilaktik.
  3. Penting menyadari bahwa tes kulit negatif, pada umumnya penderita dapat mentoleransi pemberian obat-obat tersebut, tetapi tidak berarti pasti negatif dan mempunyai riwayat alergi positif mempunyai kemungkinan reaksi sebesar 1 – 3% dibandingkan dengan kemungkinan terjadinya reaksi 60% bila tes kulit positif.
  4. Yang paling utama adalah harus selalu tersedia obat penawar untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya reaksi anafilaktik atau anafilaktoid serta adanya alat-alat bantu resusitasi kegawatan. Mempertahankan suhu tubuh dipertahankan dengan memakaikan selimut pada penderita untuk mencegah kedinginan dan mencegah kehilangan panas. Jangan sekali-kali memanaskan tubuh penderita karena akan sangat berbahaya.

Pemberian Cairan :

  1. Jangan memberikan minum kepada penderita yang tidak sadar, mual-mual, muntah atau kejang karena bahaya terjadinya aspirasi cairan ke dalam paru.
  2. Jangan memberi minum kepada penderita yang akan dioperasi atau dibius dan yang mendapat trauma pada perut serta kepala (otak).
  3. Penderita hanya boleh minum bila penderita sadar betul dan tidak ada indikasi kontra. Pemberian minum harus dihentikan bila penderita menjadi mual atau muntah.
  4. Cairan intravena seperti larutan isotonik kristaloid merupakan pilihan pertama dalam melakukan resusitasi cairan untuk mengembalikan volume intravaskuler, volume interstitial dan intra sel. Cairan plasma atau pengganti plasma berguna untuk meningkatkan tekanan onkotik intravaskuler.
  5. Pada syok hipovolemik, jumlah cairan yang diberikan harus seimbang dengan jumlah cairan yang hilang. Sedapat mungkin diberikan jenis cairan yang sama dengan cairan yang hilang, darah pada perdarahan, plasma pada luka bakar. Kehilangan air harus diganti dengan larutan hipotonik. Kehilangan cairan berupa air dan elektrolit harus diganti dengan larutan isotonik. Penggantian volume intra vaskuler dengan cairan kristaloid memerlukan volume 3 – 4 kali volume perdarahan yang hilang, sedang bila menggunakan larutan koloid memerlukan jumlah yang sama dengan jumlah perdarahan yang hilang. Telah diketahui bahwa transfusi eritrosit konsentrat yang dikombinasi dengan larutan ringer laktat sama efektifnya dengan darah lengkap.
  6. Pemantauan tekanan vena sentral penting untuk mencegah pemberian cairan yang berlebihan.
  7. Pada penanggulangan syok kardiogenik harus dicegah pemberian cairan berlebihan yang akan membebani jantung. Harus diperhatikan oksigenasi darah dan tindakan untuk menghilangkan nyeri.
  8. Pemberian cairan pada syok septik harus dalam pemantauan ketat, mengingat pada syok septik biasanya terdapat gangguan organ majemuk (Multiple Organ Disfunction). Diperlukan pemantauan alat canggih berupa pemasangan CVP, “Swan Ganz” kateter dan pemeriksaan analisa gas darah.

Saturday, February 27, 2010

Balada Piring Baso Tahu..

Dangduter (nama jalan di sekitar universitas tempat umar makan bangku kuliah) sekitar tahun 2002, Umar sedang berkunjung ke tempat kos temannya (dalam cerita Teman si Umar, dikenal dengan nama Ko Iman)… Entah kenapa, si Umar ini selain mendatangi kos Sukalieur, dia juga senang sekali berkunjung ke tempat ini…

Suatu sore yang indah, ketika sebelum masuk ke dalam kos ko Iman, Umar ketemu dengan seorang tukang baso tahu tanggung (baso tahu yang dijajakan dengan cara ditanggung, bukan roda ato ngetem di depan toko). Ya, memang umar dikenal suka banget ama yang namanya baso tahu, siapapun yang jualan.

“Mang, baso tahu tilu, somay dua, endogna hiji,” (“Mang baso tahu tiga, somay dua, telor satu”) Umar dengan muka ga kuat nahan napsu makan bilang ke si emang. “Muhun, Neng..,” Emang-nya menjawab. Gesit betul di emang melayani pesanan Umar.

“Berapa, Mang?”

“3000, Neng..,”

Umar mengeluarkan uang, setelah mencoba nyari uang kecil di kantongnya, Umar gagal, dia cuma punya uang 50000. “Ini mang, uangnya,”kata Umar (bayangkan : mulut ngunyah, sambil ngomong).. “kembaliannya ntar aja..,” lanjut si Umar, karena Umar ngeliat si Emang susah juga cari kembalian. Ini sifat si Umar yang terpendam, ga mau nyusahin orang lain..

Bersih, bersih pokoknya piring basotahu setelah kurang dari 5 menit, maklum, makanan favorit, makannya diminum..semangat 45, Umar ke luar, maksud hati mau tambah…



“Mang, mang..,” Sepiiii………………..

“Mang, Mang…,” masih sepiiiii…

“Mang…,” sepi juga….

Umar nongol, ngeliat ke tempat Emang basotahu tadi, kosong….

Otak si Umar masih pingsan, belom nyadar…

“Mang, Mang..”….

Tiba-tiba otaknya diketok, kebayang waktu dia liat tanggungan baso tahu, pesen baso tahu, bayar, kebayang muka tukang basotahu, kebayang uang 50000nya…

Ga kurang dari 0,5 detik, Umar sadar dia jadi korban penipuan mentah mentah, seorang tukang basotahu..

Umar menjatuhkan pantatnya ke lantai, nyandar ke dindind paling dekat, tangan kiri masih megang piring kosong, tangan kanan megang dadanya yang ga sakit, setengah mendesah dia berkata “KACIDA…”



Pesan moral dari cerita ini :
1. Kejahatan terjadi bukan karena niat pelakunya, tapai juga karena adanya kesempatan.
2. Napsu makan jangan sampai mengalahkan akal sehat..
3. Bayar makan mending terakhir aja, apalagi kalo yang jualan ga punya kembalian...

Salam..

cerita ini ditulis oleh Dhany Panjang

Kawan si Umar.. Umar Side Story

Prakata : Daripada sepi mendingan saya nulis tentang sidestory cerita si Umar, yaitu kawan2 atau sahabat si umar. Si umar sebenarnya tidak seperti Mr.Bean yg tidak ada kawan (cuma cewek berkacamata pacarnya itu) tapi lebih mirip upin dan ipin yang mempunyai banyak kawan2 seperti jarjrit, ekhsan, mei-mei, dll (maklum dari dulu tontonan di daerah saya upin dan ipin jadi lumayan hapal.. Betul..betull. .betul..) . Oleh karena itu biar kedepan cerita ini mudah dipahami, saya mau bercerita tentang kawan2 umar yg selalu setia dalam suka dan duka. Biar adil istilahnya mah... Sekali lagi ini hanya cerita bila ada kesamaan tokoh dan tempat itu hanya kebetulan belaka dan apabila ada pihak yg tersinggung setelah membaca ini maka dengan tanpa paksaan dan penuh kesadaran pihak tersebut tidak akan menuntut pembuat cerita hahaha...

Side story ini akan dikisahkan menjadi beberapa bagian untuk kepentingan cerita utama "Umar Story"..
Hmm.. Mulai dari siapa ya??? Ok..(Red: cerita ini mengambil setting sewaktu mereka mengenyam bangku kuliah)

1. Tohir, mgkn kawan umar yg satu ini sudah diceritakan pada kisah sebelumnya. Tohir adalah mahasiswa jurusan insinyur bangunan. Sangat gemar sepakbola hingga namanya pun diambil dari mantan pelatih persib yg merebut liga Indonesia tahun 1994 yaitu Indra Tohir. Tohir ini anak yg manis dan masih single.. Oleh karena itu ladies tentukan pilihanmu dari sekarang... Salah satu penyebab tohir single adalah bukan tidak laku, sbnrnya banyak wanita dlm hidup dia, hanya saja ada satu masalah yaitu "era" (malu.red). Tohir tinggal ngekost di parisj van java di daerah belakang USS (Universitas Surya Sumantri) atau daerah sukalieur. Tempat kost dia cowo semua oleh karena "era" sama wanita. Kost ini juga tempat main umar, umar sering bermain kesini karena kesepian.

2. Bogur.. Bogur adalah kawan umar dari SD, hanya saja baru dekat setelah sama2 kuliah di USS. Bogur adalah mahasiswa fakultas Kedoktoran jadi calon doktor alias ngodok anu kotor2. Bogur sebenernya anak ciamrong tp besar di kota resik jadi teu jelas sebenerna orang mana. Bogur ini oleh teman2 sering disebut otak segala otak konspirasi, sering kali temannya menjadi korban konspirasi dia. Soal wanita bogur juga sama, single ini semua gara2 "ba cuey pa" alias loba cuey pa alias loba bacot. Banyak bercerita tidak ada hasil, kalo pun wanitanya merespon dia malah kabur. Konon bogur ini pernah mengejar cinta selama 5 taun tapi tidak berbalas karena "eweuh kawani" dan mempunyai pemikiran bahwa dia kena karma karena menurut dia dulu pernah menolak cinta wanita sampai patah hati dan dia ingin minta maaf sama wanita itu tapi belum kesampaian. Kalo soal buat skenario, bogur adalah ahlinya.. Dan bila ada sesuatu yang mencurigakan janggal maka dia lah tersangka
utamanya. Bogur tinggal satu kost dengan tohir dan disela kesibukannya kuliah, dia suka menyempatkan bermain dengan umar dan tohir.

3. Koar.. Koar adalah anak kota resik, dia adalah anak pintar dan juara kelas semasa sma nya. Dia satu jurusan dengan umar sebagai calon insinyur listrik, soal matematika dia jagonya sampai kalo mau ujian teman2 dia datang ke kostnya untuk ikut belajar sampai2 dianya sendiri tidak bisa belajar. Sesuai dengan namanya Koar suka nya berkoar-koar. Jadi segala sesuatu hanya dimulut saja tanpa ada aksi. Masalah wanita pun dia jatuh bangun dikarenakan terlalu banyak berkoar tp kalo sudah dekat malah diam seribu bahasa. Koar ini satu kost dengan tohir dan bogur. Mereka bertiga sering cari makan. Jadi kalo melihat ada yang tinggi,bulat dan mungil di jalan sekitar kost mereka sore2 pastilah itu mereka. Kalo mereka bertiga digabung bisa membuat pusing orang yang baru kenal dengan mereka. Kadang umar pun termakan tipu daya mereka bertiga. Banyak kisah dari mereka bertiga tapi ceritanya seputar permafiaan dan patah hati. Untuk saat ini cerita lebih difokuskan kepada
si umar.

4. Iman. Ko iman begitu dia biasa dipanggil, adalah salah satu kawan umar dari masa sekolah dulu. Ko iman ini calon sarjana ekonomi. Masalah nyali dengan wanita ko iman adalah TOPBGT beda dengan ketiga kawan tadi dan termasuk umar juga. Tanpa ada rasa takut rumah wanita pun didatangi dia tak peduli itu siapa. Ko iman ini salah satu pembalap handal, konon dia pernah menjadi sopir dari kota resik ke pulau dewata PP. Ko iman tidak tinggal 1 kost dengan umar dan 3 serangkai tadi, tapi mereka sering berkumpul di kost sukalieur.

5. Abuy. Abuy salah satu kawan dari umar, orang kota resik juga. Umar dan Abuy pernah tinggal 1 kost sebelum akhirnya abuy berpisah. Abuy adalah calon sarjana ekonomi juga. Kenapa namanya abuy, konon diantara kita ada istilah "abuy" artinya playboy. Tp sebenarnya abuy ini setia dengan pacar dia.

6. Somali. Mendengar namanya org pasti teringat somalia, sebuah negeri yang penuh kelaparan. Demikian karena kondisi fisik seperti warganegara somalia lah makan dia diberi nama somali. Somali tidak kuliah di kota kembang tp di kota gudeg, dia mahasiswa tukang insinyur gambar rumah alias artisek eh arsitek.. Somali kadang bermain ke kota kembang dan salah satu saksi hidup dalam umar story ini..

7. Eder Bau. Namana panggilannya adalah Bau, kenapa demikian karena konon waktu kecil dia suka "meper-meperkeun" hal-hal yang bau ke hidung orang lai termasuk salah satunya daki kakinya yang tebal. Bau ini menggunakan jam dengan dengan waktu WIB (Waktu Indonesia Bau) jadi dia bisa menepati janji kapan saja, kalo janjian jam 7 jadi anda siap2 aja jam 9.

Mungkin diatas adalah penjelasan tokoh2 pembantu utama dalam kisah si umar. masih banyak kawan si umar yang lain terutama yang wanita. Mgkn nanti akan dibahas dalam cerita berikutnya.. Sekali lagi cerita ini hanya fiktif belaka, bila ada kesamaan nama tokoh dan karakter itu hanya kesamaan belaka. Hidup Umar hehehe..

Budaya Bersalaman

Kembali lagi saya posting dongeng, jangan heran kenapa harus tengah malam nulisnya, karena jam segini lah justru ide liar untuk ngahiwal sekali lagi tercetus : )
Membuat cerita si umar kadang susah-susah gampang, diperlukan banyak recall memory, pencarian data kepada para sumber, imajinasi yang tinggi serta pembuatan hak cipta kepada yang empunya cerita. Sekali lagi walaupun cerita ini based on true story tp bila ada kesamaan tokoh, tempat atau cerita itu hanya kebetulan belaka dan bila kebetulan bukan berarti sebuah pencemaran nama baik atau pembunuhan karakter yang selama ini sering terdengar diberita-berita tv jadi diharapkan cerita ini tidak berbuntut panjang seperti kasus prita tetapi lebih baik tidak berbuntut saja seperti manusia. Daripada ngalor ngidul mending kita kembali ke umar saja..
Setting cerita ini adalah ketika umar mengenyam bangku kuliah (untuk sekedar informasi umar bukan rayap, rayap : binatang serangga pemakan kayu. red) di kota indah Parisj van Java. Umar berasal dari kota resik, kota indah yang berada kurang lebih 2 jam perjalanan dengan mobil ke sebelah selatan Parisj van Java. Karena jauh dari kota asal maka umar ngekost Parisj van java yg biasa disebut kota kembang ini. Di kota kembang umar terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Surya Sumantri (USS) sebagai calon tukang insinyur listrik.
Suatu hari ketika tidak sedang ada jadwal kuliah umar berkeliling kota bandung bersama kawan karibnya tohir. Tohir adalah mahasiswa USS juga asal satu kota dengan umar dan dia adalah calon insinyur bangunan tapi bukan kuli bangunan. Umar dan tohir berkeliling kota kembang di siang hari dengan mengendarai motor bebek kesayangan umar. Tujuannya adalah tak lain untuk cuci mata keliling kota naik motor roda dua trek dung tralala.. Ketika dalam perjalanan tiba2 didekat suatu perempatan tampak rombongan Polisi sedang melakukan razia, razia ini adalah razia lalu lintas dan bukan razia narkoba atau dsbnya. Kebetulan persyaratan dan perlengkapan umar lengkap yaitu sim dan stnk ada, spion 2, lampu nyala semua, helm standar depan belakang dan knalpot pun gak bising, pokoknya mah safety ridding lah. Memang umar ini tergolong anak yg bersahaja dan patuh aturan sehingga segala sesuatu pasti dia lengkapi dengan penuh tanggung jawab. Melihat kumpulan polisi yg sedang
razia umar tidak gentar dan melaju dengan tenang. Tiba2 seorang polisi lalu lintas memberhentikan umar dan menyuruhnya menepi. Tanpa takut dan hanya menganggap ini adalah prosedur biasa umar yang sedang memboncengi tohir menepikan motornya. pak polisi kemudian menghampiri, kemudian hormat sambil mengucapkan selamat siang lalu menyodorkan tangannya dengan maksud untuk meminta sim dan stnk umar. Tanpa sepatah kata pun dan dengan ramah umar menjawab salaman polisi tadi dengan salaman yang hangat. Pak polisi pun sempat terkaget2 sejenak karena dia meminta sim dan stnk tp dijawab dengan salaman. Mungkin polisi ini pun heran dan mungkin juga kagum dengan keramahan umar. Setelah salaman baru pak polisi bilang "maaf pak, tolong perlihatkan sim dan stnk nya" sambil kembali menyodorkan tangannya. Dan diperlihatkan sim dan stnknya, setelah selesai pemeriksaan maka diperbolehkan umar jalan kembali. Tak lama kemudian tohir berkata pada umar "mar, tadi teh pulisina
menta sim, maneh mah kalahkah diajak salaman hah (Mar, td polisi itu minta sim, tapi kok kamu malah menyalami polisi itu???)". Dan umar pun baru tersadar ternyata uluran tangan tadi adalah minta sim dan stnk, bukan mengajak salaman dan dengan tersenyum bilang "heeuh poho hehehe (iya, lupa hehehehe)"

Pelajaran moral dari cerita ini : kadang komunikasi verbal lebih baik daripada komunikasi non verbal, kadang komunikasi non verbal selalu disalah artikan. Tapi yang penting tidak ada salahnya memberikan salaman hangat kepada orang (asal jangan tiap orang aja kita salami, bisi disangka rada kurang saeutik)

Hidup umar.... To be continue

Kisah Umar -- Balada Dada dan Paha

Sy mau cerita kisah tentang si Umar (bukan nama sebenarnya). Sbnrnya sy pengen jadi penulis cerita atau novel tp tnyt menuangkan ide kedalam secarik kertas dengan tinta dan rangkaian kata2 adalah sangatlah sulit krn hasil tuangan kita harus bisa membawa pembaca kedalam alam khayal sang penulis, oleh karena itu sy mau menuangkan suatu cerita ngahiwal (ngelantur) yg pernah terjadi di dunia ini...

Terkisah seorang pemuda, sebut saja si umar. Karena Si Umar ini adalah tokoh kesayangan saya yang unik dan kadang diluar akal sehat.. Kalo di united kingdom ada mr.Bean maka tokoh kita ini namanya si Umar...

Kembali ke cerita, terkisah pada suatu malam yg indah pergi lah si Umar sendirian (si umar msh jomblo, kalo ada yg berminat silahkan hubungi. Kalo mau ya syukur kalo gak boleh dicoba dulu) mencari makan malam di kota resik yg indah. Setelah berkeliling akhirnya dia menemukan tempat makan yg sesuai dengan moodnya saat itu (yg pasti bukan "kantin terserah") yaitu soto, sebut saja di daerah Ciireng lah. Setelah memarkirkan motornya, krn wkt itu umar naek motor, masuklah dia ke tempat soto. Kemudian dia memesan soto "Mang, soto hiji nya (Mang pesan soto 1 porsi)" trus dia request "Mang dagingna dadanya, ulah paha (mang dagingnya minta dada, jangan daging paha)". Kemudian si tukang soto bilang sama si umar "neng, ieu mah soto sapi (mister, yg saya jual soto sapi bukan soto ayam)". "Oh soto sapinya, nya sok wae (oh soto sapi ya? Boleh lah kalau begitu)" begitu jawab si umar, kemudian duduk kembali dan termenung.. Tak lama kemudian, dasar si umar (kalo tidak begini gak akan disebut si umar) kembali mendekati si tukang soto dan bilang "mang, abdi dagingna nyuhunkeun paha nya, ulah dada (mang, dagingnya saya minta dada, jangan paha)". Dengan sabar si mang bilang "neng, ieu mah soto sapi, sanes soto hayam (mister, saya jualan soto sapi, bukan ayam!!!!!)". Setelah itu sadarlah bahwa si umar sedang ada di tukang soto sapi....

--Pelajaran moral dari cerita ini adalah telitilah sebelum membeli--

Friday, December 18, 2009

Sudah lama tidak bercerita..

Ternyata sudah lama juga saya tidak bercerita disini ya, hmm mungkin karena kesibukan saya ini. Sebenarnya banyak sekali cerita yang saya ingin ceritakan disini, tapi saya belum ada ide untuk menuangkannya hehehe.. Mungkin dalam waktu dekat ini saya akan kembali bercerita.. sebelumnya saya mau mengucapkan Merry Christmas and Happy New Year.. Sebentar lagi saya mau mudik juga ke kampung halaman, mudah2an saya bisa membawa cerita yang menarik dan kabar baik yang selama ini saya tunggu-tunggu.. Salam..

Wednesday, October 14, 2009

Kopi tanpa Gula dan Susu

Saya mau menceritakan suatu kejadian yang menarik yang pernah saya alami. Kejadian ini waktu saya jaga siang di UGD. Waktu itu datang seorang pasien ibu-ibu sekitar umur 40 tahun datang dengan tangan dibungkus oleh kain dan tampak berdarah-darah, sebelum ke tempat tindakan saya mulai bertanya kenapa dan si pasien bilang kena iris pisau. Perawat saya pun kemudian membuka luka tersebut dan tenyata luka tadi itu sudah tertutup oleh bubuk kopi. Entah kenapa disini kuat sekali kepercayaan bahwa jika terkena luka maka pertolongan pertamanya adalah kopi, saya tidak tahu ditempat lain demikian atau tidak, kadang ada juga beberapa yang malah dibalur dengan oli mesin untuk menghentikan perdarahan.. ckckck luarr biasa. Kembali ke cerita tadi, sambil jengkel si perawat membersihkan bubuk kopi di luka tangan pasien itu, karena banyak dan tentunya merepotkan pekerjaan membersihkan luka. Dengan menggerutu si perawat bilang " Ibu, ini kenapa gak sekalian aja ditambah gula, susu, ama air panas???", kemudian si ibu menjawab dengan enteng : "Justru itu saya gak punya dek, gula ama susu mahal, dirumah yang ada cuma kopi aja..."