Thursday, July 2, 2009

Cina Pulau


Pulau Karimun menurut saya adalah suatu pulau yang sangat unik, pulau ini merupakan ibukota Kabupaten Karimun dan saya pun tau ada Kabupaten ini setelah saya menginjak dipelabuhannya (karena dulu saya dikasih taunya diajak PTT di Batam tp ternyata nyebrang lagi). Kabupaten ini berpenduduk sekitar 220rb penduduk, terbagi atas 9 kecamatan dan sekitar 150 pulau. Yang unik hampir 30% penduduk sini adalah orang keturunan tionghoa / chinesse. Jujur aja walaupun saya warga keturunan, saya merasa asing juga sewaktu mendarat di pulau ini karena mereka (para warga keturunan) memakai bahasa hokian atau tiochiu dan juga mandarin yang pasti suasana disini jarang didapatkan di Pulau Jawa. Mereka sebagian besar beragama Budha dan Kong Hu Chu sehingga banyak sekali klenteng-klenteng atau vihara-vihara disini. Yang lebih unik lagi setiap hari mereka memutar siaran TV Singapore (disini siaran TV Singapore lebih jelas daripada siaran TV lokal, ada bbrp chanel yang memuat siaran bahasa mandarin jadi tontonan mereka adalah siaran itu) dan kalo kita kerumahnya pasti kita akan bingung melihat waktu di jam dindingnya yang 1 jam lebih cepat, usut punya usut mereka menggunakan waktu singapore, entah alasannya apa saya pun tak tahu, ada yang bilang untuk mencocokan waktu dengan siaran TV atau untuk kepentingan bisnis.
Saat ini saya kebetulan praktek sore di kawasan orang hokian, hampir sebagian besar pasien saya adalah orang hokian, walau saya adalah warga keturunan juga (walaupun agak hitam) tapi tetap aja saya gak bisa bicara bahasa sini, hampir 1 tahun saya praktek paling saya hanya bisa tampo tampo aja (dikit-dikit). Pasien pun sering bertanya apakah saya bisa bahasa sini? Saya bilang saya dari Bandung jadi gak bisa, dan mereka ngerti karena kalo di Jawa warga keturunan jarang yang pandai bahasa chinesse. Awalnya saya kesulitan karena bahasa dan pasien pun malas berobat dengan saya dengan alasan bahasa tapi tak jarang juga saya panggil karyawan saya (kebetulan karyawan saya asli org sini sebagai penterjemah), tapi lama kelamaan ada juga yang merasa cocok dan dia selalu membawa penterjemah sendiri bila mau berobat hehehe...

No comments:

Post a Comment